Friday, November 30, 2012

Unpredictable moment


Di dunia ini banyak hal yang tidak dapat terduga sebelumnya. Seperti yang dialami seorang gadis pemimpi ini pada sore tadi.

Kejadian tak terduga itu bermula saat aku hendak kembali ke sebuah counter untuk menanyakan pulsa modem yang tidak dapat terisi di modemnya. Namun sesampainya disana, toko itu tutup karena mungkin si penjual sedang ibadah sholat jumat. Kemudian aku memutuskan untuk pergi ke kost temanku sambil menunggu waktu sholat selesai. Ketika sedang asiknya nonton film bersama, anak dari ibu kost temenku datang meminta tolong untuk menjadikanku pasien tambal gigi. Awalnya aku menolak karena takut akan ada suara decit bor gigi yang cukup mengerikan bagiku. Aku bahkan sempat mengumpat kesal karena mestinya aku tak datang ke kost temenku. Tapi, alhasil aku pun mau untuk diajak kesana, karena kupikir apa salahnya membantu orang lain yang memang membutuhkan keberadaanku. Dan alhamdulillah semua itu dapat dilalui dengan sempurna, sempurna dalam arti tidak ada suara bor serta jerit kesakitan disana. Kemudian anak ibu kost tadi mengajak kami berdua makan bersama, asik.. makan gratis :p. Lalu aku bersama temanku berpamit pulang dengan perut kenyang, hehe. Sebelum pulang aku mampir ke toko counter tadi lagi ditemani temanku. “Eh Ra, ada kak ****** !” teriak temanku saat kami berada di seberang jalan toko tersebut. Aku sendiri belum melihatnya karena aku sedang memerhatikan jalan. “Cepat Ra, sebelum dia pergi!” tambah temanku ketika kami sedang memutari bundaran. Sesampainya, kumatikan mesin motorku. Kutarik nafas dan kuhembuskan. Calm down, Rara... kataku dalam hati. Degub jantung pun berdetak makin kencang seiring dengan langkahku berjalan kearah lelaki yang duduk manis di depan seorang penjaga toko itu. Tapi kemudian lelaki itu berdiri dan pergi meninggalkan toko itu. What? He just go away while I’m trying to get close with him? Aku lihat ia berjalan menuju sebuah mesin atm, untunglah dia belum pulang. Sementara aku meredamkan suara gemuruh di dadaku, tak lama ia kembali ke counter tersebut dan melihat kami berdua, ia menyapa kami dengan senyumnya yang cetar membahana itu. Lalu ia kembali menyelesaikan urusannya dengan si penjaga counter sedangkan aku justru sibuk sendiri mencari modemku yang entah ngumpet dimana. Aku sibuk mencari seakan aku tak peduli dengan keberadaannya, tapi sesungguhnya aku peduli, sangat peduli. Oh Tuhan, mukjizat apa yang engkau berikan padaku saat ini, sungguh tak terduga. Akhirnya aku dapat menemukan modemku yang terselip diantara buku-buku yang ada dalam tasku. Kemudian aku menghampiri penjaga counter tersebut, berada di sebelahnya. Tak lama ia pun membayar dan berpamitan pada temanku yang memang lebih dikenal olehnya, sedangkan aku sibuk mengurusi modemku ini.

Yaa aku pikir itu sebuah kejadian simple tapi cukup menyenangkan. Mungkin aku tak akan bertemu dengannya jika awalnya aku menolak tambal gigi, dan entah bagaimana ia berada disana tepat saat aku menuju counter itu juga *agak lebay ya*. Tapi Allah menyimpan banyak kejutan yang tidak mudah untuk kita prediksi. Maka dari itu aku percaya, di kemudian hari nanti akan banyak hal-hal yang tak terduga, entah itu senang maupun sedih. Anyway, give thanks to Allah, for this happy unpredictable moment.. ^^

No comments:

Post a Comment