Di dunia ini banyak hal yang tidak dapat terduga sebelumnya.
Seperti yang dialami seorang gadis pemimpi ini pada sore tadi.
Kejadian tak terduga itu bermula saat aku hendak kembali ke
sebuah counter untuk menanyakan pulsa modem yang tidak dapat terisi di
modemnya. Namun sesampainya disana, toko itu tutup karena mungkin si penjual
sedang ibadah sholat jumat. Kemudian aku memutuskan untuk pergi ke kost temanku
sambil menunggu waktu sholat selesai. Ketika sedang asiknya nonton film
bersama, anak dari ibu kost temenku datang meminta tolong untuk menjadikanku pasien tambal gigi. Awalnya aku menolak karena takut akan ada suara decit bor gigi yang cukup mengerikan bagiku. Aku bahkan sempat mengumpat kesal karena mestinya aku tak datang ke kost temenku. Tapi, alhasil aku pun mau untuk diajak kesana, karena kupikir apa salahnya membantu orang lain yang memang membutuhkan keberadaanku. Dan alhamdulillah semua itu dapat dilalui dengan sempurna,
sempurna dalam arti tidak ada suara bor serta jerit kesakitan disana. Kemudian anak
ibu kost tadi mengajak kami berdua makan bersama, asik.. makan gratis :p. Lalu aku
bersama temanku berpamit pulang dengan perut kenyang, hehe. Sebelum pulang aku mampir
ke toko counter tadi lagi ditemani temanku. “Eh Ra, ada kak ****** !” teriak
temanku saat kami berada di seberang jalan toko tersebut. Aku sendiri belum
melihatnya karena aku sedang memerhatikan jalan. “Cepat Ra, sebelum dia pergi!”
tambah temanku ketika kami sedang memutari bundaran. Sesampainya, kumatikan
mesin motorku. Kutarik nafas dan kuhembuskan. Calm down, Rara... kataku dalam hati. Degub jantung pun berdetak
makin kencang seiring dengan langkahku berjalan kearah lelaki yang duduk manis
di depan seorang penjaga toko itu. Tapi kemudian lelaki itu berdiri dan pergi
meninggalkan toko itu. What? He just go
away while I’m trying to get close with him? Aku lihat ia berjalan menuju
sebuah mesin atm, untunglah dia belum pulang. Sementara aku meredamkan suara
gemuruh di dadaku, tak lama ia kembali ke counter tersebut dan melihat kami
berdua, ia menyapa kami dengan senyumnya yang cetar membahana itu. Lalu
ia kembali menyelesaikan urusannya dengan si penjaga counter sedangkan aku
justru sibuk sendiri mencari modemku yang entah ngumpet dimana. Aku sibuk
mencari seakan aku tak peduli dengan keberadaannya, tapi sesungguhnya aku
peduli, sangat peduli. Oh Tuhan, mukjizat apa yang engkau berikan padaku saat
ini, sungguh tak terduga. Akhirnya aku dapat menemukan modemku yang terselip
diantara buku-buku yang ada dalam tasku. Kemudian aku menghampiri penjaga
counter tersebut, berada di sebelahnya. Tak lama ia pun membayar dan berpamitan
pada temanku yang memang lebih dikenal olehnya, sedangkan aku sibuk mengurusi
modemku ini.
Yaa aku pikir itu sebuah kejadian simple tapi cukup
menyenangkan. Mungkin aku tak akan bertemu dengannya jika awalnya aku menolak tambal gigi, dan entah bagaimana ia berada disana tepat saat aku menuju counter itu juga *agak lebay ya*. Tapi Allah menyimpan banyak kejutan yang tidak mudah untuk kita prediksi. Maka dari itu aku percaya, di kemudian
hari nanti akan banyak hal-hal yang tak terduga, entah itu senang maupun sedih. Anyway,
give thanks to Allah, for this happy unpredictable moment.. ^^
No comments:
Post a Comment